|
Berbicara tentang warisan dunia kuno, tentu terdapat bangsa-bangsa atau suku-suku yang berkuasa dan membentuk suatu peradaban pada waktu itu. Suku atau bangsa yang tidak sedikit membuat manufer-manufer penting dalam kehidupan sejarah. Sehingga jasa yang ditorehkan pada masa itu akan terus menjadi rujukan abadi di masa sekarang. Bangsa Ibrani atau Israel, Yunani dan Romawi merupakan ketiga suku atau bangsa yang memiliki andil dalam membentuk peradaban sejarah dunia. Peradaban, sejarah, perpolitikan, serta kekuasaan merupakan bentuk-bentuk dari ketiga bangsa tersebut, yang kemudian akan dijelaskan William George De Burgh dalam bukunya.
Pada bab awal, De Burgh menjelaskan bahwa peradaban dunia kuno pada waktu itu terbagi dalam tiga suku atau bangsa, yang pertama Ibrani, Yunani dan Romawi. Ketiga bangsa tersebut berada pada pesisir laut tengah dalam proses perdagangan dan peradabannya. Yaitu berada dalam lingkungan terhormat –Eropa. Dalam hal ini, ketiga bangsa tersebut yang paling berperan penting dalam peradaban dunia, hingga kini. Tercatat, bahwa sejarah ketiga bangsa tersebut mengalami perubahan secara berangsur-angsur hingga pada dunia baru yang sistemis atau pada dunia modern saat ini. Dengan pioner terkenal, Bangsa Ibrani yang mengedepankan keNubuwahannya, Filsafat Yunani, serta perundang-undangan politik dan militer Bangsa Romawi.
Sebelumnya, perlu diketahui karakter dari masing-masing ketiga Bangsa tersebut:
Agama, dalam hal ini sebagai peradaban yang berpengaruh bagi bangsa Ibrani. Kekuatan puisi keagamaan mereka yang sangat membentuk karakter peradaban mereka. Dalam hal beragama, mereka lebih mempercayai bentuk fisik dari sesuatu yang dipercaya, dibanding dengan melalui etika maupun dalil-dalil. Kemudian, pada sejarahnya, dinasti bangsa Ibrani ini hanya membentuk karakter peperangan dan perpolitikan, terjadi pada masa Raja Dawud.
Dejelaskan bahwa nabi pada bangsa ibrani adalah semisal Amusy, beliau hidup di masa Yahuza pada abad 8 SM. Beliau yang pertama menerapkan aqidah pada suatu agama yang mempunyai makna umum di dunia.
Kemudian Masehi, beliau lahir dari seorang Ibu Yahudi. Beliau juga yang menyempurnakan Kitab an-Namus al-Ibry yang hingga pada masa Yunani dan Romawi dijadikan sebagai Kitab Numu al-Masehiyah.
Jalan hidup berfilsafat atau berfikir adalah sesuatu yang diwariskan dari bangsa Yunani dari jalan beragamanya.. Kaum Yunani lebih menyetarakan bentuk Tuhan dengan bentuk-bentuk pekerjaan yang ada pada manusia, Olymipian sebagai Tuhan mereka. Sebegitu mengagungkan dan mencintainya mereka terhadap Tuhan mereka, walau Tuhan yang selamanya hidup sebagai anak Adam. Tuhan mempunyai perasaan dan mengalami sebuah pekerjaan seperti halnya kaum laki dan perempuan Bangsa Yunani.
Agama Yunani pada sepanjang masa adalah berhubungan dengan seni-seni maupun syi’ir yang hanya terapan hayalan itu. Namun, untuk mencapai kepada akal maupun penciptaan, mereka lebih mengedepankan pemikiran. Maka dari hal ini, agama Yunani mengandung kebudayaan yang berhubungan dengan keduniaan.
Dalam filsafatnya, ilmu, seni dan adab bangsa yunani dihasilkan dari teori sejarah manusia.
Sementara Roma adalah peletak hukum pertama kali pada masa itu, yang berbentuk kekaisaran. Di bangsa ini juga terbentuk Imperium atau kekuasaan agung dalam sejarah dunia. Di mana agama tunduk kepada pemerintahan politik.
Dalam ranah ini, kaisar betul-betul mempertaruhkan dirinya –adanya keraguan yang sangat jelas, dalam hidupnya penuh keraguan, mengesampingkan persamaan. Terlihat, bahwa dalam aktifitas hidupnya diselimuti dengan kahin atau dukun sakti untuk mempertahankan posisi politiknya.
Kemudian pada bab kedua, Buku setebal 348 halaman ini, De Burgh menjelaskan tentang peradaban-peradaban Timur kuno. Diantaranya, perdaban yang terdapat di Mesir kuno. Ditulis oleh Herodot, seorang pakar sejarah Yunani ketika beliau berkunjung ke Negara Mesir pada abad 5 SM. Beliau menyatakan bahwa “ Mesir telah dianugerahi Sungai Nil” yang sehingga seisi kota ini akan terpenuhi dengan adanya sungai ini. Sungai ini telah ada sebelum datangnya manusia, tepatnya pada zaman Madid. keberadaan sungai Nil inilah awal mula terjadinya peradaban Mesir Kuno.
Disamping mesir adalah Babil dan Asyur yang memiliki peradaban umat-umat dalam mengembangkan solidaritas dan memupuk kasih sayang. Kemudian bangsa Suria dan Kan’an serta bangsa Asia Timur kecil. Terdapat juga peradaban kreit yang terletak di semenanjung laut Tengah pada masa imperator Persia, abad 6 SM. Yang terakhir, kekuasaan Persia serta peradabannya hingga penyerangan terhadap Yunani, yang kemudian muncul Iskandar Agung (334-323 SM).
Pada bab ketiga, pengarang menjelaskan tentang keagamaan bangsa Ibrani pada zaman sebelum kenabian serta kebangkitan nabi pada bangsa ini. Dijelaskan bahwa agama tersebut dibawa oleh Saby atau para tawanan. Diantara jasa para tawanan ini adalah merancang dan menetapkan undang-undang serta menghapuskan perdukunan sebagai pengaruh agama. Dan lebih menjadikan sebuah agama sebagai kesatuan sosial umat manusia. Bahwa agama yang berperan penting saat itu, setelah dibawa oleh para tawanan adalah Yahudi dan Masehi. Serta tumbuhnya keimanan diantara pemeluknya.
Bab selanjutnya, dampak peperangan bangsa Timur sehingga sampai pada bangsa Yunani yang kemudian terbentuk peradaban Helenis. Pada peradaban ini juga, mengawali kelahiran filsafat yang menjadi ciri khas bangsa Yunani. Berikut diantaranya para pakar filsafat Yunani, Heroqlits, Fermanedes, dan para geologiawan. Sehingga muncul lah Ilmu Mantiq seiring berkembangnya filsafat Yunani.
Terdapat juga Bangsa Atena sebagai pusat kebudayaan Helenisme. Bangsa ini berkembang pada abad 6 SM –seiring dengan terbentuknya Atena dan Sparta. Di abad ini pula, Atena berperan sebagai pusat perpolitikan Yunani. Selain itu, sebagai pusat perdagangan bangsa Helenis pada waktu itu. Pengaruh itulah yang menyebabkan berkembangnya etika, seni, pengetahuan dan pelajaran Parklis seorang ahli politik yang terkenal dengan mendirikan madrasah Halas pada abad 5 SM. Pada abad ke-5 ini tokoh yang bersinar adalah Socrates dan para Sophisme. Terdapat juga Plato dengan penggambarannya tentang filsafat.
Selanjutnya kebudayaan bangsa Yunani –Macedonia. Alexander adalah raja Macedonia, seorang raja yang berhasil menuntaskan dan menentukan kemenangan atas kekuasaan bangsa Persia. Hal ini menandai zaman baru dalam sejarah umat manusia. Suatu peradaban muncul dengan kebudayaan Yunani dan bahasa Yunani memainkan peranan utama. Periode ini, yang berlangsung selama kira-kira 300 tahun, dikenal sebagai Helenisme. Istilah Helenisme mengacu pada periode maupun kebudayaan yang didominasi Yunani yang berjaua di tiga kerajaan Yunani yaitu Maceonia, Syiria, dan Mesir. Pada zaman ini pula muncul seorang filosof Aristoteles sebagai dasar filsafat Yunani (akhir abad keempat SM hingga abad pertengahan sekitar 400 M). Masa ini pun, bahwa kini kita dapat menuliskan Sebelum Masehi dan Masehi. Sebab agama Kristen memang merupakan salah satu factor paling penting, dan juga paling misterius, dalam periode ini.
Masih dalam bukunya De Burgh, kali pada bab terakhir tentang sejarah warisan dunia kuno. Tepatnya Imperium Romawi, dalam hal ini kekuatan politik dan bidang militer bangsa Romawi. Serta munculnya peraturan dan perundang-undangan bangsa Romawi sebagai pedoman umum bagi kemaslahatan umat manusia. Bukan hanya itu, perluasan wilayah Romawi dalam pembebasan Italia juga politik Romawi dalam berperang.
Adikuasa baru bangsa Romawi itu lambat-laun berhasil menaklukkan kerajan-kerajaan Yunani atau Helenis. Sejak itu, kebudayaan Romawi dan bahasa Latin mendominasi mulai dari Spanyol di barat, hingga jauh menembus Asia. Inilah awal periode Romawi, yang sering disebut sebagai zaman Yunani Kuno Akhir.
Namun perlu diingat, bahwa sebelum orang-orang Romawi berusaha menaklukkan dunia Yunani, Roma itu sendiri merupakan bagian dari kebudayaan Yunani. Maka kebudayaan Yunani dan filsafat Yunani tetap memainkan peranan penting jauh sesudah pengaruh politik bangsa Yunani berlalu. []
|