|
Dihampir penghujung bulan September 2011 ini, Forum Silaturrahmi Masyarakat Jepara – Mesir atau biasa disingkat Fosmaja. Tepatnya Selasa, 20/9/2011 Fosmaja menyelanggarakan Silaturrahmi sekaligus Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) Dewan Pengurus periode 2009/2011, dan juga pemilihan ketua untuk periode 2011. Acara ini bertempat di kediaman H. Muhammad Sahal, Gami’, Nasr City, Cairo, Egypt yang dihadiri oleh puluhan warga Fosmaja beserta segenap penasehat Fosmaja.
Seusai jama’ah sholat maghrib acarapun dibuka dengan bacaan Ummul Kitab yang dalam hal ini di pimpin langsung oleh pembawa acara, Sholeh Taufiq. Dan segenap anggota yang hadir pun bersama-sama melantunkannya dengan harapan acara pada malam ini benar-benar membawakan keberkahan. Kemudian dilanjutkan dengan tentatif acara berikutnya, pembacaan surat Yasin yang dipimpin oleh Irham.
Mulailah semua anggota yang hadir bersama-sama melantunkannya hingga menggema diseluruh ruangan. Memang hal seperti ini selalu kami laksanakan setiap acara, bahkan seakan menjadi tradisi yang tak dapat dipisahkan. Setelah selesai, lalu dilanjutkan kepada acara inti yaitu LPJ sekaligus pemilihan ketua baru. Dalam hal ini, LPJ langsung disampaikan oleh Fathul Manan selaku ketua FOSMAJA periode 2009/2011. Khidmat para anggota menyimak kata demi kata serta paragraf demi paragraf teks LPJ yang telah ada di hadapan masing-masing. Dengan berbagai percakapan juga saran, akhirnya LPJ pun diterima tanpa syarat apapun.{xtypo_quote_right} Dalam berorganisasi terutama di dalam Fosmaja sendiri harus lebih terbuka, ditambah dengan apa yang telah di programkan ketua atau kebijakan-kebijakan dari ketua seperti yang dipaparkan tadi, semua anggota harus ikut andil dan berpartisipasi penuh didalamnya, sehingga semua benar-benar saling bersinergi dan dapat memberikan kontribusi satu sama lain {/xtypo_quote_right}
Dengan demikian pemilihan ketua barupun dimulai, tentu saja dengan cara voting. Adapun kandidatnya adalah M. Irham, Sholeh Taufiq, Hasanuddin dan M. Falih Abdul Ghoni. Seusai pengumpulan kertas suara penghitunganpun dimulai hingga akhirnya suara terbanyak didapat oleh M. Falih Abdul Ghoni. Untuk itu dengan hasil mufakat M. Falih Abdul Ghonilah yang saat ini menahkodai FOSMAJA. Dilanjutkan serah terima dokumen-dokumen yang dirasa penting dari ketua demisioner Fathul Manan Kepada M. Falih Abdul Ghoni yang selaku ketua baru Fosmaja. Setelah serah terima, ketua barupun memberikan ucapan terima kasihnya atas amanah yang telah diberikan untuk berkhidmah kepada Fosmaja kedepan. Dan tak lupa juga Falih Abdul Ghani atau vava sapaan akrabnya, membicarakan perihal fosmaja kedepan. Yang pada intinya FOSMAJA kedepan harus lebih inklusif dan semoga tali silturahmi antar anggota Fosmaja tetap terjaga yang sudah sejak sekian lama kita tanamkan bersama. Disisi lain Fosmaja juga kudu benar-benar mempunyai orientasi yang jelas dan tepat, adapun sistemasi dan program kedepan, akan dibahas dan akan dikoordanasikan kembali di lain waktu tentunya, tutur Ketua baru Fosmaja itu.
Kemudian acarapun dilanjutkan dengan Mauidhah Hasanah, tentu saja dari sesepuh Fosmaja yang dalam hal ini disampaikan langsung oleh Bpk. M. Syaifudin, MA. Dengan penuh perhatian semua anggota menyimak apa saja yang beliau utarakan salah satunya adalah,“Dalam berorganisasi terutama di dalam Fosmaja sendiri harus lebih terbuka, ditambah dengan apa yang telah di programkan ketua atau kebijakan-kebijakan dari ketua seperti yang dipaparkan tadi, semua anggota harus ikut andil dan berpartisipasi penuh didalamnya, sehingga semua benar-benar saling bersinergi dan dapat memberikan kontribusi satu sama lain”, tutur Penasehat Fosmaja dengan nada santainya. Setelah usai memberikan wejangan-wejangan akhirnya acara ditutup dengan doa. DOa kali ini dipimpin langsung oleh Ust. M. Ihsan, dengan harapan semua yang menjadi do’a bersama dapat benar-benar terkabulkan dan para hadiripun mengamininya. Amien.
Malam pun sudah semakin gelap, akhirnya acara ditutup dengan bacaan hamdalah dan dilanjutkan istirahat sekaligus makan bersama dengan menu Bakso, riuh gembira semua anggota bisa menikmati menu secara bersamaan ditambah bumbu senda gurauan dari masing-masing anggota hingga merasakan kekeluargaan yang terasa begitu lekat, tak begitu lama sehabis makan secara bebarengan akhirnya satu persatu mulai berpamitan undur diri dan pulang ke rumah masing-masing.(Vava) |