|
Written by Walisongo
|
|
Wednesday, 31 March 2010 00:00 |
|
MUKADDIMAH
Kelompok Studi Walisongo (KSW) bermula dari sebuah forum diskusi yang dikenal dengan Hadits al-Ahad. Saat itu, forum ini adalah arena diskusi keagamaan yang memfasilitasi bermacam kegiatan seperti; penulisan makalah, diskusi berbahasa Arab, penerjemahan Koran dll. Sebagai sebuah forum diskusi keagamaan, memang pada awalnya sangat diminati oleh banyak aktivis yang tidak hanya didominasi orang-orang yang berkultur Jawa. Bahkan para aktivis keagamaan dari Negara tetangga seperti Malaysia juga ikut mengeksiskan Hadits al-Ahad.
Forum ini mula-mula beranggotakan 13 orang yang terdiri dari berbagai aktivis di Nusantara, meskipun mayoritas anggotanya adalah orang Jawa. Hal inilah yang sepertinya mengilhami munculnya ide untuk membentuk sebuah organisasi bernama Kelompok Studi Walisongo. Diantara para aktivis yang sempat memprakarsai terbentuknya Kelompok Studi Walisongo adalah; Munawir Abdurrahim, A. Tohirin (Jawa Tengah), Abdul Manan Usman, Syarifuddin Abdullah (Sulawesi Selatan), Bahruni Inas, Nuruddin Marbo (Kalimantan Selatan), Noor Kholis Mukti, Amal Fathullah (Jawa Timur), Zuhid Mukhson, Jakfar Rosyidi, Sobri Agung (Sumatera Selatan), Maktum Jauhari, Jakfar Busyiri (Madura), Anas Maulana, MA. Joban, Sujadi (Jawa Barat).
|
|
Last Updated on Sunday, 06 November 2011 21:42 |