|
Memasuki bulan November suhu udara di kota Kairo mulai menurun, hal ini menjadi pertanda bahwa musim dingin akan segera tiba, namun hal ini tidak menyurutkan semangat kawan-kawan IMAPA Mesir untuk tetap menjalankan berbagai aktivitas yang telah diagendakan bersama. Tepatnya pada hari selasa, 1 November 2011 dalam suasana yang serius, hangat dan penuh kekeluargaan IMAPA Mesir mengadakan agenda rutin diskusi dua mingguan. Diskusi kali ini merupakan kegiatan pertama sejak IMAPA Mesir dipimpin oleh saudara Burhan mahasiswa tingkat tiga fakultas ushuluddin jurusan tafsir ini.
Diskusi ini bertempat di sekretariat IMAPA Mesir di bilangan Mutsallas H-10 Nasr City. Hadir sebagai pemakalah saudara Ahmad Hadidul Fahmi, Lc* koordinator umum LAKPESDAM PCINU Mesir, bertindak sebagai moderator saudara Attabik Hasan Ma'ruf. Acara diskusi ini diikuti oleh hampir seluruh warga IMAPA Mesir, turut hadir juga dalam acara ini sesepuh dan penasehat IMAPA Mesir ustadz H.Faiz Husaini, Lc. Dipl. Hal ini mengindikasikan adanya semangat dan loyalitas yang tinggi dalam diri anggota untuk menghidupkan dan memajukan IMAPA Mesir yang notabenenya adalah almamater baru.
Pemakalah mengambil judul “akar pemikiran islam (upaya meneguhkan identitas). Dalam presentasinya pemakalah menjelaskan tentang kesadaran timur yang mulai muncul khususnya pasca era kebangkitan dan menggambarkan tentang berbagai macam corak pemikiran yang pada hakekatnya bisa diakarkan pada era kebangkitan yang muncul di era post modern. Dalam perkembangannya banyak dialektika dan corak pemikiran yang tidak seragam dari berbagai macam tokoh kebangkitan, terkadang pemikiran yang liberal bermetamorfosa menjadi pemikiran yang berorientasi pergerakan politik atau terkadang corak pemikiran yang menggambarkan teori kemajuan secara universal bermetamorfosa menjadi corak pemikiran yang berorientasi melalui kebangkitan tradisi.
Diskusi berjalan dengan lancar, menarik dan komunikatif, peserta terlihat antusias dalam menyimak materi-materi baru yang disampaikan oleh presentator. Moderator membagi diskusi menjadi dua sesi, sesi presentasi makalah dan sesi sharing ide. Seperti diskusi-diskusi sebelumnya pada sesi sharing ide ini peserta diberi kesempatan untuk mengomentari makalah dari sudut kebahasaan dan dari sudut isi makalah yang ditulis, berbagi informasi dan bertanya pada pemakalah. Berbagai komentar dan tanggapan serta pertanyaan muncul dari peserta. Mas Hamid Barkani mendapat giliran pertama untuk memberikan komentar, beliau mengatakan bahwa makalah yang ditulis luar biasa. Pada intinya semua yang hadir mengapresiasi penuh makalah yang ditulis oleh Mas Hadidul Fahmi ini. Selain komentar-komentar juga muncul beragam pertanyaan dari peserta, diantaranya adalah apakah perlu mendirikan khilafah islamiyyah sebagai solusi alternatif untuk mengembalikan kejayaan islam dimasa lampau?, juga muncul pertanyaan hasil apa yang sudah dicapai semenjak era kebangkitan pemikiran ulama-ulama muslim yang dimulai pada abad ke 19 ?, lalu salah satu peserta juga bertanya tentang solusi dari pemakalah sendiri sebagai usaha untuk mengembalikan kembali kejayaan peradaban islam dimasa silam. Semua pertanyaan tadi dijawab dengan lugas dan jelas oleh pemakalah, sesekali pemakalah menyisipkan berbagai fatwa-fatwa ulama klasik yang masih asing ditelinga peserta, fatwa yang cukup nakal, liberal dan disampaikan dengan bahasa yang vulgar pula sehingga membuat suasana diskusi bertambah hangat dan diselingi dengan tawa ger-geran.
Acara diskusi berlangsung kurang lebih selama 3 jam, dimulai pada pukul 17.00 CLT sampai pada pukul 20.00 CLT, acara sempat dihentikan sejenak untuk melaksanakan solat maghrib berjamaah. Setelah semua komentar dan pertanyaan ditanggapi dan dijawab oleh presentator, akhirnya moderator menutup diskusi ini. Namun sebelum ditutup saudara Ahmad Hadidul Fahmi,Lc menyampaikan kalam akhir bahwa makalah yang dipresentasikannya masih sangat global sekali dalam terma akar pemikiran islam, dengan rendah hati beliau juga menyampaikan permohonan maaf karena masih banyak kekurangan pada makalah yang dipresentasikannya.
*pernah nyantri dan menghatamkan hafalan al-Quran dibawah bimbingan KH. As'ad, SHI, beliau adalah salah satu dewan pengasuh PPTQ Al-Asy'ariyyah Kalibeber-Wonosobo.
Tulisan Selanjutnya:
Tulisan Sebelumnya:
|